18
October
2009
Story Behind The Song Hatiku Percaya
28 Juni 2008, malam itu di SUN CITY Ballroom, Jakarta, saya berserta seluruh
tamu undangan yang hadir menjadi saksi kebahagiaan sahabat kami
Edward Chen & Agnes Prawoto dalam resepsi pernikahan mereka.
Dan ternyata kebahagiaan yang terpancar malam itu di wajah kedua mempelai
sarat dengan makna, .. sebuah makna kemenangan iman..
Butuh stamina ‘percaya’ yang besar terhadap rencana Tuhan yang indah dalam
hidup mereka, sebelum akhirnya dapat mewujudkan hari sukacita itu.
Bulan demi bulan sebelumnya yang dilalui dalam pergumulan berat, penderitaan
hati, tangis, kesesakan, rasanya worth it bila ujungnya adalah sukacita.
Sebuah perjuangan cinta yang nggak mudah, ternyata di tangan seorang
penyembah, bisa menjadi sebuah lagu yang bukan hanya menguatkan penciptanya,
tapi kelak akan memberkati banyak orang dalam pergumulan yang berbeda, ….
pelayanan, pekerjaan ataupun rumah tangga.
Kok bisa???
Because it’s not a matter of a love story, but a heart that trust God more
than anything.
Karena ini kisah cinta, sebaiknya dengarkan langsung penuturan saksi
kuncinya…. haha… maksudnya langsung dari Edward Chen yang membukakan isi
hatinya, yang menjadi latar belakang penulisan lagu “HATIKU PERCAYA”.
Edward Chen:
Sudah cukup lama Edward mendoakan pasangan hidup yang dari Tuhan ….
Sebenarnya kalo mau mencari pacar saja, banyak orang yang mengatakan terlalu
mudah untuk seorang Edward Chen (selanjutnya disingkat ‘ec’)…
(duuh…… nyadar banget nih kalo cakep…hehe. ..ini comment Julita…).
Tapi sekali lagi prinsip Edward, pasangan Edward harus yang seiman dan yang
mengerti Edward serta support Edward, plus… yang bisa nyanyi dan ngerti
music lah… hehehe.
Yang memperkenalkan ec dgn Agnes adalah Vivi (istri koko ec) yang kebetulan
ke Jakarta dan bertemu Agnes di salon.. Itulah pertemuan pertama kami yang
biasa-biasa aja dan tidak terpikirkan ada kelanjutannya.
FALLING IN LOVE
Sekitar sebulan kemudian ….. ec ketemu lagi dengan Agnes di restoran dan
mulai saat itu terjadi pembicaraan. Dalam hati ec ada suara yg bilang minta
“nomer hpnya dong…” (karna sebelumnya ec belum pernah minta nomer hp
cewek, jadi agak kikuk mintanya ..hehe..)
Semenjak itulah kalo ec pulang pelayanan dari luar kota atau luar negri
sebisa mungkin kontak Agnes dan mengajak lunch or dinner gitu…
Waktu bergulir dan akhirnya sepertinya kami merasa ada kecocokan dari
berbagai segi, hobi, …music, dsb…
Nah … setelah sekian bulan cukup saling kenal.., maka ec berniat utk
memperkenalkan Agnes ke ortu ec. Namun ternyata ortu ec hanya menerima Agnes
sebagai teman biasa, bukan sebagai calon menantu.
Sikap ini tergambar dari respon mereka saat ec berniat untuk lebih seriussss
dengan Agnes maka ortu selalu menolak dan merambat ke keluarga besar ec yang
juga selalu tidak mau mendengar penjelasan ec.
Tapi namanya udah mulai ada cinta, yaaaah… ec tetap jalan ….
Pikir ec, suatu saat ortu pasti bisa ngerti.
Tapi ternyata nggak semudah yang ec bayangkan, ortu punya pandangan dan
pilihan lain.
Latar belakang orang tua ec yang bukan dari kota besarlah (mereka tinggal di
Sumba) yang membuat mereka menolak pilihan ec. Papi mami kurang sreg dengan
cewek kota besar.
Mereka lebih setuju kalau ec jadian dengan orang yang udah saling kenal.
Keluarga jauh ortu ec punya banyak kenangan buruk, kalo merit dengan orang
kota besar tidak akan bertahan lama dan berakhir dengan perceraian, …
karna berbeda pandangan, gaya hidup dan lain lain lah…
(waah….baru tahu nih ec mau dijodohin sama gadis desa .. haha.. canda…
ntar keburu udah pada nangis nih bacanya…. lagi-lagi ini comment
Julita…. lanjut yah..)
Namun ec tetap berusaha menjelaskan bahwa Agnes bukan orang seperti itu..
tapi tetap tidak di gubris.
YOU BROKE MY HEART…
1600/falling- love.jpg>
Singkat cerita kami akhirnya putus dan itu sangat menyakitkan hati Agnes dan
keluarganya.
Akhirnya….
beberapa bulan kemudian keluarganya pun memperkenalkan Agnes dengan pria
lain.
Walau saat itu sebenarnya Agnes masih tetap mencintai ec, tapi Agnes belajar
melupakan ec.
Demikian pun dengan ec, hari hari hanya diisi dengan kesedihan.
Saat melayani di banyak tempat, ec tetap melakukannya dengan semangat untuk
memberkati banyak orang walaupun saat itu ec sendiri sedang dalam
pergumulan yang berat dan nggak ada orang yang tahu.
Sempat ec ingin melawan ortu karna ec merasa ec sudah cukup mandiri dan
diberkati Tuhan.
Selama ini ec selalu taat dan hormat sama ortu dan tidak pernah mengecewakan
mereka, tapi karna masalah pasangan hidup, ec sempat bertengkar dengan papi
mami yg cukup keras (namanya aja ortu pasti punya gengsi dan pandangan
sendiri).
Waktu itu ortu saya bilang “kalo kamu tetap jalan sama Agnes.., kami akan
masukin kamu di koran, … tidak mau menganggap kamu sebagai anak lagi…”
AIR MATAKU MENJADI MAKANANKU
Disitulah terjadi pergolakan batin ec.
ec dan Agnes tetap berdoa setiap saat dgn airmata ..
Tapi Tuhan tetap baik.
Saya diingatkan Tuhan, “kamu harus mengalah dulu sama orang tua dan tunggu
waktuKu ..
dan jangan sekali-kali melangkah tanpa berkat dari orang tua”.
Saat-saat paling down itulah ketika sedang di mobil ec dikuatkan dengan
lagu “INDAH PADA WAKTUNYA” yg dinyanyikan ec sendiri dari album Passion…
“Mungkin tak kupahami…. apa yang kini aku alami..” ….
“Namun…kutahu pasti… semuanya kan jadi Indah Pada WaktuNya”
Setelah itu ec berusaha untuk tegar dan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan
..
(ec berdoa kalo Tuhan bisa bawa ec menjadi seperti hari ini yg ec tidak
pernah minta, … dikenal banyak orang, setiap album jadi berkat buat banyak
orang, masa sih untuk hal yg ec minta Tuhan tidak bisa berikan??)
Tetapi tetap belum ada jalan yg terbuka, malah kedua ortu kami sudah saling
bertengkar dan saling gengsi dan sampai keluar kata… “MUJIZAT… kalau
kalian bisa bersatu!!!”
Setiap kali ec telpon dengan papi mami dan berusaha untuk menjelaskan
tentang kebaikan Agnes, ujung-ujungnya selalu terjadi pertengkaran. .
Akhirnya ec mengalah dan bener-bener pasrah sama Tuhan…
WHEN WALKING ON THE DARK ROAD
Suatu hari ec sedang didepan keyboard dan sedang menyembah ….
tiba tiba ec menangis dan keluarlah melodi lagu beserta lirik,
“Saat ku tak melihat jalanMu..
saatku tak mengerti rencanaMu…
namun tetap ku pegang janjiMu…..
pengharapanku hanya padaMu…… .”
Jujur kata-kata ini sebenarnya kata-kata yg tulus dan sebenarnya seperti
“hopeless” yg sepertinya sudah bener tidak ada harapan lagi, tidak ada
seorangpun yang mendukung kami, tapi sekali lagi ec mau belajar untuk
pegang janji-janji Tuhan dan selalu berharap padaNya.
Saat mengalunkan bait lagu itu dgn air mata.., tiba tiba reffnya cuman bisa
keluar kata,
“Hatiku percaya .., hatiku percaya …
hatiku percaya …., slalu ku percaya.”
“Lord I will trust in You …, Lord I will trust in You,
Lord i will trust in You …, my heart will trust in You”
(Jujur banget lagu ini adalah ungkapan ketulusan ec dan penyerahan total
akan masa depan ec dan Agnes.)
Secara lirik lagu, (ketika lagu itu mau di rekamkan di album ADORE),
saat itu ec pikir lagu ini reffnya terlalu sederhana, mau dirubah..,
tapi Roh Kudus sepertinya mengatakan, “itu kan isi hatimu yg tulus…”,
akhirnya ec tetap merekam lagu itu seperti itu apa adanya.
THE POWER OF TRUST
….MAKES MIRACLES HAPPEN !!!
Setelah album ADORE jadi, lagu itu malah ec taruh di track 5,
(FYI: artinya bukan lagu yang diandalkan. Lagu-lagu best cut biasanya
ditaruh ditrack 1-3) tapi ternyata lagu itu yg malah jadi the most requested
dan blessing song until now…, dan banyak yg dikuatkan karna tidak
kebetulan juga pas lagi krisis global.
Rancangan Tuhan itu memang rancangan damai sejahtera.
Memang benar kita harus mengucap syukur dalam segala keadaan.
Sayapun bersyukur atas segala pergumulan yang nggak enak yang harus saya dan
Agnes lalui.
Sungguh kalo tidak ada kejadian itu, tidak ada lagu HATIKU PERCAYA.
Saya melihat pasti dibalik masalah ada hikmah dan pasti segala sesuatu akan
menjadi baik adanya.
Dan bukan cuman itu.., bagi orang yang selalu mengandalkan Tuhan dan tetap
PERCAYA
(walaupun belum ada dasar untuk bisa percaya karna sepertinya belum ada
perubahan yg baik terjadi di depan), Tuhan tetap perhitungkan dan tidak
pernah mengecewakan orang yang seperti itu.
Dan memang Tuhan membela ec..,
saat ec dipanggil pulang ke Sumba utk menghadiri ulang tahun kong ec..,
di situlah setiap hari ortu ec melihat ec selalu diam dan tidak pernah mau
mengungkit masalah Agnes lagi.. Malah ortu ec jadi penasaran dan menanyakan
apakah ec bener-bener cinta dan sudah bulat keputusan untuk menikahi
agnes…
Saya berkata, “iya…. saya mau menikahi Agnes, tapi saya mau mami dan papi
tetap tulus merestui”.
Akhirnya Tuhan menjawab doa ec..
Ortu ec menelpon Agnes dan meminta untuk Agnes dan keluarganya mau menerima
ec lagi.
Padahal sebenarnya ortu Agnes udah deket dgn ortu pria yg dikenalkan itu..,
tapi Agnes tetap mencintai ec.. hehehehehe.. ..
(ini namanya derai tawa kemenangan saudara-saudara, LOL)
Akhirnya kami bisa tunangan dan malah Tuhan kasih BONUS bagi yg sepenuhnya
percaya padaNya.
Trusting God makes miracles happen !!!
PERNIKAHAN DI KANA
Ini bukan judul perikop Alkitab Perjanjian Baru, tapi benar-benar kejadian
loh.
Atas kasih karunia Tuhan tanggal 5 Mei 2008, kami bisa menikah di Israel
CANA (the wedding church tempat Yesus membuat mujizat pertama kali air
menjadi anggur).
Ah…. sudah dapat restu orang tua, plus menikah di Kana lagi…..
Wow….malah sekarang kami telah dikaruniakan anak laki laki bernama JUST’IN
FAITH CHEN….
HANYA DALAM IMAN… jadi bisa keluar anak itu..hehe..
Malah ortuku sekarang sangat mengasihi Agnes dan kami sungguh sungguh lebih
lagi dipakai Tuhan dengan luar biasa..
AND THEY WILL LIVE HAPPILY EVER AFTER
Friends…,
Kita percaya kalimat di atas akan terjadi atas kehidupan keluarga
orang-orang percaya.
Bahagia selama-lamanya bukanlah suatu kemustahilan.
Dan itu doa kita semua bagi Edward dan Agnes. Dulu rasanya hubungan mereka
adalah impossible.
Tapi kini mereka bukan hanya berdua, malah telah menjadi tiga dengan
kehadiran anak pertama mereka Justin Faith. Dan bukan hanya mereka bertiga
saja yang berbahagia, seluruh keluarga besar mereka juga turut berbahagia
dan mendukung mereka.
Semoga kisah kasih ini, dan bagaimana mereka mempertaruhkan iman percaya
mereka kepada Tuhan, memberkati semua teman-teman yang sedang menantikan
janji Tuhan di manapun berada.
Keep trusting in God yah…. And see the miracles happen.
All blessings,
Posted under Uncategorized
10
August
2009
BEBAN BERAT
>
> “Mengapa
> bebanku berat sekali?” aku berpikir sambil membanting pintu kamarku dan
> bersender. “Tidak adakah istirahat dari ini?” Aku menghempaskan
> badanku ke ranjang, menutupi telingaku dengan bantal.
>
> “Ya
> Tuhan,” aku menangis, “biarkan aku tidur. Biarkan aku tidur dan tidak
> pernah bangun kembali!”
>
> Dengan tersedu-sedu, aku mencoba untuk meyakinkan diriku untuk melupakan,
> tiba-tiba gelap mulai menguasai pandanganku. Lalu, suatu cahaya yang
> sangat
> bersinar mengelilingiku ketika aku mulai sadar. Aku memusatkan perhatianku
> pada
> sumber cahaya itu. Sesosok pria berdiri di depan salib.
> “Anakku,” orang itu bertanya, “mengapa engkau datang kepadaKu
> sebelum Aku siap memanggilmu? ”
>
> “Tuhan, aku mohon ampun. Ini karena… aku tidak bisa melanjutkannya. Kau
> lihat betapa berat hidupku. Lihat beban berat di punggungku. Aku bahkan
> tidak
> bisa mengangkatnya lagi.”
>
> “Tetapi, bukankah Aku pernah bersabda kepadamu untuk datang kepadaku semua
> yang letih lesu dan berbeban berat, karena Aku akan memberikan kelegaan
> kepadamu. Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”
> “Aku tahu Engkau pasti akan mengatakan hal itu. Tetapi kenapa bebanku
> begitu berat?”
> “AnakKu, setiap orang di dunia memiliki beban. Mungkin kau ingin mencoba
> salib yang lain?”
> “Aku bisa melakukan hal itu?”
> Ia menunjuk beberapa salib yang berada di depan kakiNya. “Kau bisa mencoba
> semua ini.”
> Semua salib itu berukuran sama. Tetapi setiap salib tertera nama orang
> yang
> memikulnya.
> “Itu punya Joan,” kataku. Joan menikah dengan seorang kaya raya. Ia
> tinggal di lingkungan yang nyaman dan memiliki 3 anak perempuan yang
> cantik
> dengan pakaian yang bagus-bagus. Kadang kala ia menyetir sendiri ke gereja
> dengan mobil Cadillac suaminya kalau mobilnya rusak.
> “Umm,
> aku coba punya Joan.” Sepertinya hidupnya tenang-tenang saja. Seberat apa
> beban yang Joan panggul? pikirku.
>
> Tuhan melepaskan bebanku dan meletakkan beban Joan di pundakku. Aku
> langsung terjatuh seketika.
> “Lepaskan beban ini!” teriakku. “Apa yang menyebabkan beban ini sangat
> berat?”
> “Lihat ke dalamnya.”
> Aku membuka ikatan beban itu dan membukanya. Di dalamnya terdapat gambaran
> ibu mertua Joan, dan ketika aku mengangkatnya, ibu mertua Joan mulai
> berbicara, “Joan, kau tidak pantas untuk anakku, tidak akan pernah pantas.
> Ia tidak
> seharusnya menikah denganmu. Kau adalah wanita yang terburuk untuk
> cucu-cucuku. ..”
> Aku segera meletakkan gambaran itu dan mengangkat gambaran yang lain. Itu
> adalah Donna, adik terkecil Joan. Kepala Donna dibalut sejak operasi
> epilepsi
> yang gagal itu.
> Gambaran yang ketiga adalah adik laki-laki Joan. Ia kecanduan narkoba,
> telah
> dijatuhi hukuman karena membunuh seorang perwira polisi.
> “Aku tahu sekarang mengapa bebannya sangat berat, Tuhan. Tetapi ia selalu
> tersenyum dan suka menolong orang lain. Aku tidak menyadarinya. ..”
> “Apakah kau ingin mencoba yang lain?” tanya Tuhan dengan pelan.
> Aku mencoba beberapa. Beban Paula terasa sangat berat juga : Ia memelihara
> 4 orang anak laki-laki tanpa suami. Debra punya juga demikian : masa
> kecilnya yang dinodai olah penganiayaan seksual dan menikah karena
> paksaan. Ketika
> aku melihat beban Ruth, aku tidak ingin mencobanya. Aku tahu di dalamnya
> ada
> penyakit Arthritis, usia lanjut, dan tuntutan bekerja penuh sementara
> suami tercintanya berada di Panti Jompo.
> “Beban mereka semua sangat berat, Tuhan” kataku. “Kembalikan
> bebanku”
> Ketika aku mulai memasang bebanku kembali, aku merasa bebanku lebih ringan
> dibandingkan yang lain.
> “Mari kita lihat ke dalamnya,” Tuhan berkata.
> Aku menolak, menggenggam bebanku erat-erat. “Itu bukan ide yang
> baik,” jawabku,
> “Mengapa?”
> “Karena banyak sampah di dalamnya.”
> “Biar Aku lihat”
> Suara Tuhan yang lemah lembut membuatku luluh. Aku membuka bebanku.
> Ia mengambil satu buah batu bata dari dalam bebanku. “Katakan kepadaKu
> mengenai hal ini.”
> “Tuhan, Engkau tahu itu. Itu adalah uang. Aku tahu kalau kami tidak
> semenderita seperti orang lain di beberapa negara atau seperti tuna wisma
> di sini. Tetapi kami tidak memiliki asuransi, dan
> ketika anak-anak sakit, kami tidak selalu bisa membawa mereka ke dokter.
> Mereka bahkan belum pernah pergi ke dokter gigi. Dan aku sedih untuk
> memberikan
> mereka pakaian bekas.”
> “AnakKu, Aku selalu memberikan kebutuhanmu. … dan semua anak-anakmu. Aku
> selalu memberikan mereka badan yang sehat. Aku mengajari mereka bahwa
> pakaian
> mewah tidak membuat seorang berharga di mataKu.”
> Kemudian ia mengambil sebuah gambaran seorang anak laki-laki. “Dan yang
> ini?” tanya Tuhan.
> “Andrew…” aku menundukkan kepala, merasa malu untuk menyebut anakku
> sebagai sebuah beban.
> “Tetapi, Tuhan, ia sangat hiperaktif. Ia tidak bisa diam seperti yang
> lain, ia bahkan membuatku sangat kelelahan. Ia selalu terluka, dan orang
> lain yang membalutnya berpikir akulah yang menganiayanya. Aku berteriak
> kepadanya selalu.
> Mungkin suatu saat aku benar-benar menyakitinya. ..”
> “AnakKu,” Tuhan berkata. “jika kau percayakan kepadaKu, aku akan
> memperbaharui kekuatanmu, dan jika engkau mengijinkan Aku untuk mengisimu
> dengan Roh Kudus, aku akan memberikan engkau kesabaran.”
> Kemudian Ia mengambil beberapa kerikil dari bebanku.
> “Ya, Tuhan..” aku berkata sambil menarik nafas panjang.
> “Kerikil-kerikil itu memang kecil. Tetapi semua itu adalah penting. Aku
> membenci rambutku. Rambutku tipis, dan aku tidak bis membuatnya kelihatan
> bagus. Aku tidak mampu untuk pergi ke salon. Aku kegemukan dan tidak bisa
> menjalankan diet. Aku benci semua pakaianku. Aku benci penampilanku! ”
> “AnakKu, orang memang melihat engkau dari penampilan luar, tetapi Aku
> melihat jauh sampai ke dalamnya hatimu. Dengan Roh Kudus, kau akan
> memperoleh
> pengendalian diri untuk menurunkan berat badanmu. Tetapi keindahanmu tidak
> harus datang dari luar. Bahkan, seharusnya berasal dari dalam hatimu,
> kecantikan diri yang tidak akan pernah hilang dimakan waktu.
> Itulah yang berharga di mataKu.”
> Bebanku sekarang tampaknya lebih ringan dari sebelumnya. “Aku pikir aku
> bisa menghadapinya sekarang,” kataku,
> “Yang terakhir, berikan kepadaKu batu bata yang terakhir.” kata Tuhan.
> “Oh, Engkau tidak perlu mengambilnya. Aku bisa mengatasinya. ”
> “AnakKu, berikan kepadaKu.” Kembali suaraNya membuatku luluh. Ia
> mengulurkan tangaNya, dan untuk pertama kalinya Aku melihat lukaNya.
> “Tetapi Tuhan, bebanku ini kotor dan mengerikan, jadi Tuhan….Bagaimana
> dengan tanganMu? TanganMu penuh dengan luka!!”
> Aku tidak lagi memperhatikan bebanku, aku melihat wajahNya untuk pertama
> kalinya. Dan pada dahiNya, kulihat luka yang sangat dalam… tampaknya
> seseorang telah menekan mahkota duri terlalu dalam ke dagingNya.
> “Tuhan,” aku berbisik. “Apa yang terjadi dengan Engkau?”
> MataNya yang penuh kasih menyentuh kalbuku.
> “AnakKu, kau tahu itu. Berikan kepadaku bebanmu. Itu adalah milikKu. Aku
> telah membelinya.”
> “Bagaimana?”
> “Dengan darahKu”
> “Tetapi kenapa Tuhan?”
> “Karena aku telah mencintaimu dengan cinta abadi, yang tak akan punah
> dengan waktu. Berikan kepadaKu.”
> Aku memberikan bebanku yang kotor dan mengerikan itu ke tanganNya yang
> terluka.
> Beban itu penuh dengan kotoran dan iblis dalam kehidupanku : kesombongan,
> egois, depresi yang terus-menerus menyiksaku.
> Kemudian Ia
> mengambil salibku kemudian menghempaskan salib itu ke kolam yang berisi
> dengan
> darahNya yang kudus. Percikan yang ditimbulkan oleh salib itu luar biasa
> besarnya.
> “Sekarang anakKu, kau harus kembali. Aku akan bersamamu selalu. Ketika kau
> berada dalam masalah, panggillah Aku dan Aku akan membantumu dan
> menunjukkan
> hal-hal yang tidak bisa kau bayangkan sekarang.”
> “Ya, Tuhan, aku akan memanggilMu. ”
> Aku mengambil kembali bebanku.
> “Kau boleh meninggalkannya di sini jika engkau mau. Kau lihat beban-beban
> itu? Mereka adalah kepunyaan orang-orang yang telah meninggalkannya di
> kakiKu,
> yaitu Joan, Paula, Debra, Ruth… Ketika kau meninggalkan bebanMu di sini,
> aku
> akan menggendongnya bersamamu. Ingat, kuk yang Kupasang itu enak dan
> beban-Kupun ringan.”
> Seketika aku meletakkan bebanku, cahaya itu mulai menghilang. Namun, masih
> kudengar suaraNya berbisik, “Aku tidak akan meninggalkanmu, atau
> melepaskanmu. “
Posted under Uncategorized
1
July
2009
Cinta itu sama seperti orang
yang menunggu bis.
Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
‘Wah.. terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk
nyaman neh !
Aku tunggu bis berikutnya aja deh.’
Kemudian, bis berikutnya datang.
Kamu melihatnya dan berkata,
‘Aduh bisnya kurang asik nih, nggak bagus lagi..
nggak mau ah..’
Bis selanjutnya datang, cool dan kamu
berminat, tapi seakan-akan dia tidak
melihatmu dan lewat begitu saja.
Bis keempat berhenti di depan kamu.
Bis itu kosong, cukup bagus, tapi kamu
bilang,
‘Nggak ada AC nih, bisa kepanasan aku’.
Maka kamu membiarkan
bis keempat itu pergi.
Waktu terus berlalu, kamu mulai sadar
bahwa kamu bisa
terlambat pergi ke
kantor.
Ketika bis kelima datang, kamu
sudah tak sabar, kamu langsung melompat
masuk ke dalamnya. Setelah
beberapa lama, kamu akhirnya sadar kalau kamu
salah menaiki bis.
Bis tersebut
jurusannya bukan yang kamu tuju ! Dan
kau baru sadar telah menyiakan waktumu
sekian lama.
Moral dari cerita ini:
sering kali
seseorang menunggu orang yang benar-
benar ‘ideal’ untuk
menjadi pasangan
hidupnya. Padahal tidak ada orang yang
100% memenuhi keidealan kita.
Dan kamu pun sekali-kali tidak akan pernah
bisa menjadi 100% sesuai keinginan dia.
Tidak ada salahnya
memiliki ‘persyaratan’ untuk ‘calon’,
tapi tidak ada salahnya juga memberi
kesempatan kepada yang berhenti di
depan kita.
Tentunya dengan jurusan yang sama
seperti yang kita tuju.
Apabila ternyata memang tidak cocok, apa boleh
buat.. tapi kamu masih bisa
berteriak ‘Kiri’ ! dan keluar dengan
sopan.
Maka memberi kesempatan pada yang
berhenti di depanmu,
semuanya bergantung pada keputusanmu.
Daripada kita harus jalan kaki
sendiri menuju kantormu,
dalam arti menjalani hidup
ini tanpa kehadiran orang yang dikasihi.
Cerita ini juga berarti,
kalau kebetulan kamu menemukan bis yang
kosong, kamu sukai dan bisa kamu
percayai, dan tentunya sejurusan
dengan tujuanmu, kamu dapat
berusaha sebisamu untuk menghentikan bis
tersebut di depanmu, agar dia dapat
memberi kesempatan kepadamu untuk
masuk ke dalamnya.
Karena menemukan yang seperti itu adalah suatu berkah
yang sangat berharga dan sangat
berarti. Bagimu sendiri, dan bagi dia.
Lalu bis seperti apa yang kamu tunggu ???
Posted under Uncategorized
1
July
2009
Bank of happiness
by : Nithya Shanti
To members of “The Happiest Day of Your Life”
She married him today.
At the end of the wedding party, her mother gave her a newly opened bank
savings passbook, with $1000 deposited in it.
She told her, “My dear daughter, take this passbook. Keep it as a record of
your married life. Whenever something happy and memorable happens in your
new life, put some money in. Write down what it’s about next to the amount.
The more memorable the event is, the more money you can put in.
I’ve done the first one for you today. Do the others with your husband. When
you look back after years, you will know how much happiness you’ve both
shared.’
She shared this with him after getting home. Both of them thought it was a
great idea and couldn’t wait to make the next deposit! This is what the
passbook looked like after a while:
- 7 Feb: $100, his first birthday celebration after marriage
- 1 Mar: $300, she gets a salary raise
- 20 Mar: $200, vacation to Bali
- 15 Apr: $2000, She’s pregnant!
- 1 Jun: $1000, He gets the big promotion
and so on…
However, as the years went by, they began fighting and arguing over trivial
things. They didn’t talk much. They regretted that they had married the most
nasty person in the world…There was no more love.
One day she talked to her Mother. ‘Mom, we can’t stand it anymore. We have
decided to divorce. I can’t imagine how I decided to marry this guy!’
Her mother replied, ‘Sure, that’s no big deal. Just do whatever you want, if
you really can’t stand it. But before that, do one thing. Remember the
savings passbook I gave you on your wedding day? Take out all money and
spend it first. You shouldn’t keep any record of such a poor marriage.’
She agreed with her. So she went to the bank, and was waiting in the queue
to cancel the account. While she was waiting, she took a look at the
passbook record. She looked, and looked, and looked. Then the memory of all
the previous joyful moments came back to her. Her eyes were filled with
tears. She left and went home.
When she got home, she handed the passbook to him and asked him to spend the
money before getting divorced.
So the next day, he went to the bank, and was waiting in the queue to cancel
the account. While he was waiting, he took a look at the passbook record. He
looked, and looked, and looked. Then the memory of all the previous joyful
moments came back to him. His eyes were filled with tears. He left and went
home.
He gave the passbook back to her. She found a new deposit of $5000. And a
line next to the record: ‘This is the day I realized how much I’ve loved you
throughout all these years. How much happiness you’ve brought me.’
They hugged and cried, putting the passbook back into the safe.
Posted under Uncategorized
1
July
2009
DO I MARRY THE RIGHT PERSON ?
Buat mereka yang masih single
atau bahkan yg sudah married tapi bawaannya
bete kalo dah sampe rumah bisa
mengambil pelajaran dari cerita ini, dan buat yang udah
nikah cerita ini bisa jadi
guideline untuk meningkatkan
ikatan pernikahan yang udah dijalani.
“Apakah saya menikah dengan orang yang tepat”
Dalam sebuah seminar rumah tangga, seseorang audience tiba-tiba
melontarkan pertanyaan yang sangat lumrah,
“bagaimana saya tahu kalo saya menikah dengan orang yang tepat?”
Saya melihat ada seorang lelaki
bertubuh besar duduk di sebelahnya,
jadi saya menjawab “Ya.. tergantung. Apakah pria disebelah anda itu suami anda?”
Dengan sangat serius dia balik bertanya
“Bagaimana anda tahu?!”
“Biarkan saya jawab pertanyaan yang sangat membebani ini.”
Inilah jawabanya!
SETIAP ikatan memiliki siklus.
Pada saat-saat awal sebuah hubungan,
anda merasakan jatuh cinta dengan
pasangan anda.
Telpon darinya selalu ditunggu-tunggu,
begitu merindukan belaian sayangnya, dan
begitu menyukai perubahan sikap-sikapnya yang
bersemangat, begitu menyenangkan.
Jatuh cinta kepada pasangan bukanlah hal yang sulit.
Jatuh cinta merupakan hal yang
sangat alami dan pengalaman yang begitu
spontan. Ngga perlu berbuat apapun
Makanya dikatakan “jatuh” cinta!
Orang yang sedang kasmaran kadang mengatakan “aku mabuk cinta”
Bayangkan eksprisi tersebut!
Seakan-akan anda sedang berdiri tanpa
melakukan apapun lalu tiba-tiba
sesuatu datang dan terjadi begitu saja pada anda.
Jatuh cinta itu mudah.
Sesuatu yang pasif dan spontan.
Tapi?
Setelah beberapa tahun perkawinan, gempita cinta itu pun akan
pudar..
perubahan ini merupakan siklus alamiah dan terjadi pada SEMUA
ikatan.
Perlahan tapi pasti.. telpon darinya menjadi hal
yang merepotkan,
belaiannya ngga selalu diharapkan dan sikap-sikapnya
yang besemangat
bukannya jadi hal yang manis, tapi malah
nambahin penat yang ada..
Gejala-gejala pada tahapan ini bervariasi
pada masing-masing individu, namun bila anda
memikirkan tentang rumah tangga anda,
anda akan mendapati perbedaaan
yang dramatis antara tahap awal ikatan,
pada saat anda jatuh cinta,
dengan kepenatan-kepenatan bahkan kemarahan
pada tahapan-tahapan selanjutnya.
Dan pada situasi inilah pertanyaan
“Did I marry the right person?” mulai muncul, baik dari anda atau dari
pasangan anda, atau dari keduanya..
Nah Lho!
Dan ketika anda maupun pasangan anda mencoba merefleksikan
eforia cinta yang pernah terjadi.. anda
mungkin mulai berhasrat menyelami
eforia-eforia cinta itu dengan orang lain.
Dan ketika pernikahan itu akhirnya kandas?
Masing-masing sibuk menyalahkan pasangannya atas ketidakbahagiaan itu
dan mencari pelampiasan diluar.
Berbagai macam cara, bentuk dan ukuran untuk pelampiasan ini.
Mengingkari kesetiaan
merupakan hal yang paling jelas.
Sebagian orang memilih
untuk menyibukan diri dengan pekerjaannya,
hobinya, pertemanannya, nonton
TVsampe TVnya bosen ditonton, ataupun hal-
hal yang menyolok lainnya.
Tapi tau ngga?!
Bahwa jawaban atas dilema ini ngga ada diluar, justru
jawaban ini hanya ada di dalam pernikahan itu sendiri.
Selingkuh?? Ya mungkin itu jawabannya
Saya ngga mengatakan kalo anda
ngga boleh ataupun ngga bisa selingkuh,
Anda bisa!
Bisa saja ataupun boleh saja anda selingkuh, dan pada saat itu
anda akan merasa lebih baik.
Tapi itu bersifat temporer, dan
setelah beberapa tahun anda akan
mengalami kondisi yang sama (seperti
sebelumnya pada perkawinan anda).
Perselingkuhan yang dilakukan sama
dengan proses berpacaran yang pernah
anda lakukan dengan pasangan anda, penuh gairah.
Tetapi, seandainya
proses itu dilanjutkan, maka anda akan mendapati
keadaan yang sama dengan pernikahan anda sekarang.
Itu adalah siklus…
Karena.. (pahamilah dengan seksama hal ini) ..
KUNCI SUKSES PERNIKAHAN BUKANLAH MENEMUKAN
ORANG YANG TEPAT,
NAMUN KUNCINYA ADALAH BAGAIMANA BELAJAR
MENCINTAI ORANG YANG ANDA TEMUKAN DAN TERUS MENERUS..!
Cinta bukanlah
hal yang PASIF ataupun pengalaman yang spontan
Cinta NGGA AKAN PERNAH begitu saja terjadi!
Kita ngga akan bisa MENEMUKAN cinta yang selamanya
Kita harus MENGUSAHAKANNYA dari hari ke hari.
Benar juga ungkapan “diperbudak cinta”
Karena cinta itu BUTUH waktu, usaha, dan energi.
Dan yang paling penting, cinta itu butuh sikap BIJAK
Kita harus tahu benar APA YANG HARUS DILAKUKAN agar rumah tangga
berjalan dengan baik .
Jangan membuat kesalahan untuk hal yang satu ini.
Cinta bukanlah MISTERI
Ada beberapa hal
spesifik yang bisa dilakukan (dengan
ataupun tanpa
pasangan anda) agar rumah tangga berjalan lancar.
Sama halnya dengan hukum
alam pada ilmu fisika (seperti gaya Grafitasi),
dalam suatu ikatan rumah tangga juga ada hukumnya.
Sama halnya dengan diet yang tepat
dan olahraga yang benar dapat membuat
tubuh kita lebih kuat, beberapa
kebiasaan dalam hubungan rumah tangga
juga DAPAT membuat rumah tangga itu lebih kuat.
Ini merupakan reaksi sebab akibat.
Jika kita tahu dan mau menerapkan
hukum-hukum tersebut, tentulah kita
bisa “MEMBUAT” cinta bukan “JATUH”.
Karena cinta dalam
pernikahan sesungguhnya merupakan
sebuah DECISION,
dan bukan cuma PERASAAN..!
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak mendengar…
namun senantiasa bergetar….
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak buta..
namun senantiasa melihat dan merasa..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak menyiksa..
namun senantiasa menguji..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak memaksa..
namun senantiasa berusaha..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak cantik..
namun senantiasa menarik..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak datang dengan kata-kata..
namun senantiasa menghampiri dengan
hati..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak terucap dengan kata..
namun senantiasa hadir dengan sinar
mata..
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hanya berjanji..
namun senantiasa mencoba
memenangi..
jika ia sebuah cinta…..
ia mungkin tidak suci..
namun senantiasa tulus..
jika ia sebuah cinta……
ia tidak hadir karena permintaan..
namun hadir karena ketentuan…
jika ia sebuah cinta…..
ia tidak hadir dengan kekayaan dan
kebendaan…
namun hadir karena pengorbanan dan
kesetiaan..
Cintailah pasangan anda, seperti
anda ingin dicintai olehnya
Setialah pada pasangan anda, seperti anda
ingin mendapatkan kesetiaannya
Posted under Uncategorized
1
July
2009
Pengakuan Harun Jusuf, Mantan Tukang Kuamia:
“Pasien yang datang justru dikutuk Si Tukang Kwamia!”
Harun Jusuf, mantan tukang kwamia yang namanya pernah sangat ngetop di
kalangan etnis Tionghoa ini, berpenampilan sederhana.
Ditemani Acu, istrinya, Harun Yusuf menjawab serta
membuka semua rahasia kwamia secara blak-blakan. iapun mengaku
sedang menyiapkan sebuah tulisan untuk diterbitkan menjadi sebuah buku
mengenai perjalanan hidupnya dari Tukang Kwamia menjadi Anak Tuhan.
TANYA: Bapak sangat dikenal sebagai tukang kwamia di kalangan etnis
Tionghoa. Apa yang Bapak lakukan setiap kali pasien datang?
JAWAB: Begini. Tak semua pasien yang datang diterima. Tetapi, harus
saya uji dulu. Maksudnya ialah saya tanyakan tanggal lahirnya lengkap
dengan jam kelahirannya. Lalu didaftar, tunggu, antri dan jam berapa
bisa diterima.
TANYA: Maksud Bapak?
JAWAB: Dari tanggal lahirnya, kita harus bikin Pek Jie. Pek Jie ialah
sebuah daftar di mana kita dapat menghitung dengan mengutak atik angka
berdasarkan tanggal lahir sehingga menghasilkan sebuah angka. Jam,
tanggal, bulan, tahun kelahiran diterjemahkan dalam dua huruf. Angka
ini disebut Bintang (”Xing”). Nah, dari sinilah nasib manusia berjalan
sesuai dengan apa yang sudah ditentukan oleh Pek Jie.
TANYA: Dan, ternyata memang tepat?
JAWAB: Saya jamin 90% tepat, karena memang sudah diuji. Jadi, saya
menerima pasien tak sembarangan. Jika menurut perhitungan berdasarkan
masa lalunya, kapan menikahnya, kapan punya anaknya, sudah 90 % tepat
barulah saya jadikan pasien. Tetapi, kalau kurang dari segitu tak mau
saya jadikan pasien. Bisa saja saya katakan bahwa tanggal lahir yang
diberikan kepada saya itu salah tanggalnya, karena orangtuanya memang
salah mencatatnya.
TANYA: Benarkah seseorang yang datang minta dikwamia,
rohnya sudah dikuasai terlebih dulu ?
JAWAB: Ya, benar. Rohnya sudah berada di dalam cengkeraman roh yang
saya pelihara. Sejak itu roh pasien harus tunduk pada roh saya apapun
yang saya perintahkan. Misalnya saya ramalkan bahwa orang itu akan
bercerai, mka rohnya tunduk 100% dan dia pasti akan bercerai! Padahal
sebenarnya belum tentu ia akan bercerai. Roh kamilah yang justru
menakdirkan, merencanakan semuanya itu. Ini, yang saya piker paling
tepat. Makanya, tukang kwamia yang makin jitu, makin berbahaya, berarti
yang dipeliharanya makin hebat. Bekingnya makin hebat.
TANYA: Kalau begitu, kutukan itu datangnya justru dari si tukang kwamia kepada si pasien?
JAWAB: Ya, betul, secara tak sadar, ya! Saya dipakai oleh roh yang ada
dalam diri saya untuk mengutuk manusia atau pasien yang datang! Dengan
begitu setiap pasien berada dalam cengkraman kami. Melalui mulut kami,
tukang kwamia keluar kutukan-kutukan yang harus dijalankan secara tak
sadar oleh si roh pasien itu. Misalnya, jika dikutuk bahwa tahun depan
ia akan disikat orang perusahaannya, biar bagaimana hati-hatipun
perusahaannya pasti akan disikat orang lain. Mengapa? Karena rohnya
sudah sepenuhnya tunduk kepada roh kami si tukang kwamia!
TANYA: Bagaimana pandangan Bapak jika ada orang beragama yang masih datang untuk dikwamia atau diramalkan kehidupannya?
JAWAB: Orang beragama yang pergi ke tukang kwamia? Oh, banyak. Banyak
sekali. Dulu, sebelum saya bertobat, sudah bukan rahasia lagi jika di
antara sekian banyak pasien saya, banyak yang orang beragama. Cuma,
setelah saya bertobat, saya ingin memberitahukan kepada mereka untuk
menghentikan hal tersebut. Sebab, jika masih tetap percaya atau pergi
ke tukang kwamia, nasib mereka sudah tak ada di tangan Tuhan lagi. Ia
harus tunduk atau menuruti kepada ramalan-ramalan yang dia pegang.
Setelah saya bertobat, saya membaca Firman Tuhan dalam Roma 6 : 16.
Kepada siapa kita taat, kita menjadi hambanya. Nah, jika orang beragama
masih pergi dan percaya kepada tukang kwamia, ia menjadi hamba dari roh
tukang kwamia. Menjadi hamba roh tukang kwamia, pasti ada imbalan atau
tumbal yang harus dibayar. Ingin diramal baik, sudah tentu tak gratis..
Jadi, harus ada bayarannya dan bayarannya mahal yaitu nyawa salah
seorang keluarga kita. Seperti yang dulu pernah saya alami. Dua orang
anak saya meninggal dunia.
TANYA: Jadi, tumbal adalah suatu keharusan jika kita meminta sesuatu kepada tukang kwamia?
JAWAB: Di dunia mana ada yang gratis, kecuali ASI, air susu ibu
yang kita minum. Kita pinjam uang kepada bank. Tak mungkin bank memberi
secara gratis. Kita harus membayar bunganya, bukan? Kita pinjam uang
sama teman. Namanya hutang, bukan? Kecuali dari orangtua kita. Di alam
roh juga begitu. Harus ada harga yang harus dibayar. Karena itu, jika
memperoleh hasil, maka hasil itu harus jelas, apakah dari Tuhan atau
bukan. Jika dari Tuhan, maka Ia akan memberi tanpa imbalan. Gratis!
Misalnya Ia menciptakan matahari. Orang jahat pun bisa menikmati sinar
matahari. Begitu pula dengan air. Air, Tuhan berikan secara gratis.
Kalau kita harus membeli air, itu karena kita harus membayar ongkos
pembuatan air. Airnya kan gratis.
TANYA: Menurut orang Tionghoa yang kokoh memegang tradisi lamanya, peranan Shio sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Bagaimana sebenarnya hal itu?
JAWAB: Karena tradisi yang turun-temurun, watak manusia sudah tak
berfungsi sebagai watak manusia yang sebenarnya. Sifat dan watak
manusia sudah seperti berubah menjadi sifat dan watak binatang. Hal ini
terjadi karena sejak zaman dulu, orang Timur sudah ditaklukan oleh
gambaran hewan dalam Shio-shio itu. Mau tahu artinya Shio? Shio artinya
persis atau sama dengan! Siapa yang bisa mengutuki anak kita, kalau
bukan orangtuanya? Melalui shio itu akhirnya kuasa jahat itu, memakai
mulut orangtua supaya mengutuki anaknya!
TANYA: Jadi, kalau begitu tak ada shio yang baik?
JAWAB: Mana ada ! Nasib
binatang mana ada yang bagus. Kelinci artinya playboy. Rumah tangga
bakal hancur. Naga, artinya kesombongan. Ular artinya licik. Tikus
merusak, kerbau bodoh, macan sadis atau buas, kuda diperbudak atau
ditunggangi orang. Kambing, kebangetan atau “awban” atau berjiwa
pemberontak, monyet nakal. Apa saja berani dia coba. Ayam jadi santapan
orang banyak, anjing tak bisa membedakan. Jika dipelihara perampok, dia
akan membela perampok atau majikannya saat melawan polisi. Tak mungkin
dia membela polisi saat itu, bukan? Babi? Huh! Dia kan binatang jorok.
Selalu kembali ke tempat yang kotor dan nasibnya selalu berakhir di
tempat pembantaian.
TANYA: Kalau dengan horoskop?
JAWAB: Nah, di dunia Barat,
dikutuki melalui horoskop yang mengambil sifat-sifat binatang. Manusia
sudah berada dalam perangkap iblis dan iblis sudah berkeliaran di dunia
ini dan mempengaruhi manusia agar jiwanya tidak seperti manusia
melainkan berjiwa dan bersifat seperti binatang. Ajaran manusia
membunuh, merampok, memperkosa. Kita lihat anak membunuh orangtuanya,
ayah memperkosa anaknya, jiwanya sudah seperti binatang.
Pesan :
So guys, jangan percaya & coba2 lihat ramalan u/ hindari adanya celah dosa.
Percaya pada Tuhan and DO ALL THE BEST IN OUR LIFE.
GBU guys…
INGAT!!!!!! ->
KALO KALIAN PERCAYA SAMA RAMALAN, MAKA RAMALAN BAIK ATAU BURUK SEMUANYA BAKAL TERJADI. SEMUA YANG BUKAN DARI TUHAN HARUS DIBAYAR! DAN BAYARNYA TENTU SAJA PAKE SESUATU YANG PALING BERHARGA BUAT KALIAN!!!
JADI PERCAYA SAMA TUHAN AJA DEH…JAGN PERCAYA RAMALAN2. CUMA TUHAN YANG MAHA TAU DAN DIA SUDAH MERENCANAKAN YANG TERBAIK UTK KITA.
DAN JUGA DIA TIDAK AKAN MEMBERIKAN COBAAN MELEBIHI KEKUATAN KITA, JADI BUAT APA KE TUKANG RAMAL?!
Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada Ku mengenai kamu,
demikianlah firman Tuhan,
yaitu
rancangan damai sejahtera
dan bukan rancangan kecelakaan,
untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.
Posted under Uncategorized
29
June
2009
Artikel yang sangat bagus dari Dr. Herry Purwanto, Psikolog.
tentang: Memahami hati seorang perempuan
sumber : Milis Keluarga Damai
Penulis :Dr.Herry Purwanto Psikolog
Apakah benar ketampanan menjadi tolak ukur seorang perempuan saat
mencari lelaki? Apakah benar kekayaan juga menjadi tolok ukur seorang
perempuan mencari lelaki idaman? Semua itu tidak benar, yang banyak
dicari oleh seorang perempuan saat mencari lelaki idamannya adalah
Sikapnya.
Mengapa sikap menjadi tolak ukur seorang lelaki menjadi pujaan
perempuan? Setampan apapun seorang lelaki jika dia tidak mampu membuat
seorang perempuan merasa berharga dan tidak bisa membuat seorang
perempuan menjadi yang paling cantik maka seorang perempuan lambat atau
cepat akan menjauhinya kelak.
Sebenarnya perempuan membutuhkan sebuah sikap yang manis, melindungi,
mau mengerti dan jujur. Kaum perempuan juga membutuhkan sebuah sikap
untuk komitmen pada pasangan tanpa melakukan beberapa trik untuk
membuat mereka tidak tahu terhadap perselingkuhan yang dilakukan,
sebuah sikap keterbukaan dan sebuah sikap untuk memuaskan pasangan.
Ketampanan memang daya tarik fisik, tetapi sikap adalah daya tarik
psikologis.
Beberapa perempuan menjadi lesbian karena mereka terkapar menjadi
korban dari para pria ‘playboy’ yang bergentayangan. Jadi hentikan hal
itu. Hentikan! Ada saatnya semua perbuatan itu akan memukul kaum
perempuan dan menampar wajah dengan sangat keras. Perselingkuhan yang
terjadi juga bisa menampar kaum perempuan dengan rasa malu dan perasaan
bersalah.
Sebenarnya ketidaksetiaan hanya akan membuat hidup tidak tenang, jika
anda ingin menjadi seorang lelaki yang paling dicari perempuan,
perbaiki sikap anda. Sesungguhnya kata-kata dan sikap lebih bermakna
daripada ketampanan, lebih baik lagi jika fisik yang baik juga didukung
oleh sikap dan perilaku yang baik.
Seorang lelaki yang benar-benar mengerti perempuan maka akan mampu
menyentuh hati perempuan. Lelaki itu juga akan mampu mendapatkan cinta
mereka. Tapi jika sudah mendapat perempuan idaman anda, jangan pernah
menyakitinya. Karena biasanya balasan sama kerasnya dengan yang anda
berikan, hukum karma tetap berlaku lho, mungkin tidak terjadi sekarang,
tapi mungkin lusa dan anda tidak akan menyadarinya.
Jadi cintai mereka dan jaga sikap anda terhadap mereka, perlakukan
mereka dengan lembut karena perempuan adalah tulang rusuk yang harus
dilindungi dan dijaga. Disamping itu anda juga lahir dari rahim seorang
perempuan bukan..?!
Posted under Uncategorized
29
June
2009
Kita semua sudahpun mempunyai 4 isteri/suami. begini…… ……… …
Suatu ketika dahulu, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 isteri.
Dia mencintai isteri ke-4 dan menganugerahinya harta dan kesenangan,
sebab ia yang tercantik di antara semua isterinya.
Pria ini juga mencintai isterinya yang ke-3. ia sangat bangga dengan
sang isteri dan selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini
kepada semua temannya. Namun ia juga selalu khuatir takut isterinya ini
lari dengan pria lain.
Begitu juga dengan isteri ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya kerana
ia isteri yang sabar dan penuh pengertian. Ketika pedagang mendapat
masalah, ia selalu minta pertimbangan isteri ke-2-nya ini, yang selalu
menolong dan mendampingi sang suami melewati masa-masa sukarnya.
Sama halnya dengan isteri pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia
dan selalu membawa kebaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang
merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisness sang suami. Akan
tetapi, sang pedagang kurang mencintainya meski isteri pertama ini
begitu sayang kepadanya.
Suatu hari si pedagang sakit dan menyedari bahawa ia akan meninggal dunia.
Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, “Ketika
ini aku punya 4 isteri. Namun ketika aku meninggal, aku akan sendiri.
Betapa menyedihkan. ”
Lalu pedagang itu memanggil semua isterinya dan bertanya pada isteri
ke-4-nya. “Engkaulah yang paling kucintai, kuberikan kau gaun dan
perhiasan indah. Nah, sekarang aku akan mati. Maukah kamu mendampingi
dan menemaniku?”
Ia terdiam…. tentu saja tidak!
Jawab isteri ke-4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa2 lagi.
Jawaban ini sangat menyakitkan hati. Seakan2 ada pisau terhunus dan
mengiris- iris hatinya. Pedagang itu sedih lalu bertanya pada isteri
ke-3.
“Aku pun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir.
Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?”
Isterinya menjawab, “hidup begitu indah di sini, Aku akan menikah lagi jika kau mati”.
Bagai disambar petir di siang bolong, sang pedagang sangat terpukul
dengan jawaban tsb. Badannya terasa demam. Kemudian ia memanggil isteri
ke-2. ”
Aku selalu berpaling kepadamu setiap kali aku mendapat masalah dan kau
selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku memerlukan sekali bantuanmu.
Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku? ”
Jawab sang isteri, “Maafkan aku kali ini aku tak dapat menolongmu. Aku
hanya dapat menghantarmu hingga ke liang kubur. Nantiakan kubuatkan
makam yang indah untukmu.”
Pedagang ini merasa putus asa. Dalam keadaan kecewa itu, tiba-tiba
terdengar suara, “Aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemana pun
kau pergi. Aku tak akan meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu.”
Pria itu lalu menoleh ke samping, dan mendapati isteri pertamanya di
sana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang kelaparan. Merasa
menyesal, sang pedagang lalu bergumam, “Kalau saja aku dapat merawatmu
lebih baik saat aku mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini,
isteriku.”
Pengajaran:
HIDUP KITA DIWARNAI 4 ISTERI
Sesungguhnya, kita punya 4 isteri dalam hidup ini.
Isteri ke-4 adalah TUBUH kita.
Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita
supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas
waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita
menghadap kepada-Nya.
Isteri ke-3, STATUS SOSIAL DAN KEKAYAAN.
Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. Mereka akan
berpindah danmelupakan kita yang pernah memilikinya. Sebesar apapun
kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua
itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita tiada.
Sedangkan isteri ke-2, yakni KERABAT DAN TEMAN.
Seberapa pun dekat hubungankita dengan mereka, kita tak akan dapat
terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.
Dan sesungguhnya isteri pertama kita adalah JIWA DAN AMAL KITA.
Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus
setia mendampingi kemana pun kita melangkah. Hanya amallah yang mampu
menolong kita di akhirat kelak.
Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa kita dengan bijak serta jangan
dan leka malu untuk berbuat amal, memberikan pertolongan kepada sesama
yang memerlukan. Betapa pun kecilnya bantuan kita, pemberian kita
menjadi sangat bererti bagi mereka yang memerlukannya.
Mari kita belajar memperlakukan jiwa dan amal kita dengan bijak.
Posted under Uncategorized
25
June
2009
“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap
hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu
sendiri” (Ams. 3:5) “ Kisah 3 pohon
Memang benar kita semua punya mimpi-mimpi yang hancur dan
Allah tetap berdiri di atas mimpi-mimpi kita yang hancur
karena Dia memiliki mimpi yang lebih baik, lebih tinggi,
lebih agung bagi kita…
Alkisah, ada tiga pohon di dalam hutan.
Suatu hari, ketiganya saling menceritakan
mengenai harapan dan impian mereka.
Pohon pertama berkata:
“Kelak aku ingin menjadi peti harta karun.
Aku akan diisi emas, perak dan
berbagai batu permata dan semua orang
akan mengagumi keindahannya” .
Kemudian pohon kedua berkata:
“Suatu hari kelak aku akan menjadi sebuah kapal yang besar.
Aku akan mengangkut raja-raja dan berlayar ke ujung dunia.
Aku akan menjadi kapal yang kuat dan setiap orang merasa aman
berada dekat denganku”.
Lalu giliran pohon ketiga yang menyampaikan impiannya:
“Aku ingin tumbuh menjadi pohon yang tertinggi di
hutan di puncak bukit. Orang-orang akan memandangku dan
berpikir betapa aku begitu dekat untuk menggapai surga dan
TUHAN. Aku akan menjadi pohon terbesar sepanjang masa dan
orang-orang akan mengingatku” .
Setelah beberapa tahun berdoa agar impian terkabul,
sekelompok penebang pohon datang dan menebang ketiga pohon
itu…
Pohon pertama dibawa ke tukang kayu. Ia sangat senang sebab
ia tahu bahwa ia akan dibuat menjadi peti harta karun.
Tetapi…doanya tidak menjadi kenyataan karena
tukang kayu membuatnya menjadi kotak
tempat menaruh makanan ternak.. Ia
hanya diletakkan di kandang dan setiap hari diisi dengan
jerami.
Pohon kedua dibawa ke galangan kapal. Ia berpikir bahwa
doanya menjadi kenyataan. Tetapi… ia dipotong-potong dan
dibuat menjadi sebuah perahu nelayan yang sangat kecil.
Impiannya menjadi kapal besar untuk mengangkut raja-raja
telah berakhir.
Pohon ketiga dipotong
menjadi potongan-potongan kayu besar dan dibiarkan
teronggok dalam gelap.
Tahun demi tahun berganti…, dan ketiga pohon itu telah
melupakan impiannya masing-masing.
Kemudian suatu hari…
Sepasang suami istri tiba di kandang.
Sang istri melahirkan dan meletakkan bayinya di kotak
tempat makanan ternak yang dibuat dari pohon pertama.
Orang-orang datang dan menyembah bayi itu.
Akhirnya pohon pertama sadar bahwa di dalamnya telah
diletakkan harta terbesar sepanjang masa.
Bertahun-tahun kemudian…
Sekelompok laki-laki naik ke atas perahu nelayan yang
dibuat dari pohon kedua. Di tengah danau, badai besar datang
dan pohon kedua berfikir bahwa ia tidak cukup kuat untuk
melindungi orang-orang di dalamnya. Tetapi salah seorang
laki-laki itu berdiri dan berkata kepada badai:
“Diam!!!” Tenanglah”. Dan badai itupun
berhenti.
Ketika itu tahulah bahwa ia telah mengangkut Raja di atas
segala raja.
Akhirnya…
Seseorang datang dan mengambil pohon ketiga.
Ia dipikul sepanjang jalan sementara orang-orang mengejek
lelaki yang memikulnya. Laki-laki itu kemudian dipakukan di
kayu ini dan mati di puncak bukit. Akhirnya pohon ketiga
sadar bahwa ia demikian dekat
dengan TUHAN, karena YESUSlah
yang disalibkan padanya…
KETIKA KEADAAN TIDAK SEPERTI YANG ENGKAU INGINKAN,
KETAHUILAH BAHWA TUHAN MEMILIKI RENCANA UNTUKMU.
JIKA ENGKAU PERCAYA PADA-NYA , IA AKAN MEMBERIMU
BERKAT-BERKAT BESAR.
KETIGA POHON MENDAPATKAN APA YANG MEREKA INGINKAN, TETAPI
TIDAK DENGAN CARA YANG SEPERTI MEREKA BAYANGKAN.
BEGITU JUGA DENGAN KITA, KITA TIDAK SELALU TAHU APA RENCANA
TUHAN BAGI KITA.
KITA HANYA TAHU BAHWA JALAN-NYA BUKANLAH JALAN KITA, TETAPI
JALAN-NYA ADALAH YANG TERBAIK BAGI KITA,
SELAMANYA…
Posted under Uncategorized
25
June
2009
JALAN DENGAN KEONG
Tuhan memberiku sebuah tugas, yaitu membawa keong jalan-jalan.
Aku tak dapat jalan terlalu cepat, keong sudah berusaha keras merangkak,
Setiap kali hanya beralih sedemikian sedikit
Aku mendesak, menghardik, memarahinya, Keong memandangku dengan
pandangan meminta-maaf,
Serasa berkata : “aku sudah berusaha dengan segenap tenaga !”
Aku menariknya, menyeret, bahkan menendangnya, keong terluka.
Ia mengucurkan keringat, nafas tersengal-sengal, merangkak ke depan.
Sungguh aneh, mengapa Tuhan memintaku mengajak seekor keong
berjalan-jalan.
Ya Tuhan! Mengapa ? Langit sunyi-senyap
Biarkan saja keong merangkak didepan, aku kesal dibelakang.
Pelankan langkah, tenangkan hati….
Oh? Tiba-tiba tercium aroma bunga, ternyata ini adalah sebuah taman
bunga.
Aku rasakan hembusan sepoi angin, ternyata angin malam demikian lembut.
Ada lagi! Aku dengar suara kicau burung, suara dengung cacing.
Aku lihat langit penuh bintang cemerlang. Oh?
Mengapa dulu tidak rasakan semua ini ?
Barulah aku teringat, Mungkin aku telah salah menduga!
Ternyata Tuhan meminta keong menuntunku jalan-jalan sehingga aku dapat
mamahami dan merasakan keindahan taman ini yang tak pernah kualami kalo
aku berjalan sendiri dengan cepatnya..
“He’s here and with me for a reason”
Saat bertemu dengan orang yang benar-benar engkau kasihi, Haruslah
berusaha memperoleh kesempatan untuk bersamanya seumur hidupmu.
Karena ketika dia telah pergi, segalanya telah terlambat.
Saat bertemu teman yang dapat dipercaya, rukunlah bersamanya.
Karena seumur hidup manusia, teman sejati tak mudah ditemukan.
Saat bertemu penolongmu,
Ingat untuk bersyukur padanya.
Karena ialah yang mengubah hidupmu
Saat bertemu orang yang pernah kau cintai,
Ingatlah dengan tersenyum untuk berterima-kasih .
Karena ia lah orang yang membuatmu lebih mengerti tentang kasih.
Saat bertemu orang yang pernah kau benci,
Sapalah dengan tersenyum.
Karena ia membuatmu semakin teguh / kuat.
Saat bertemu orang yang pernah mengkhianatimu,
Baik-baiklah berbincanglah dengannya.
Karena jika bukan karena dia, hari ini engkau tak memahami dunia ini..
Saat bertemu orang yang pernah diam-diam kau cintai,
Berkatilah dia..
Karena saat kau mencintainya, bukankah berharap ia bahagia ?
Saat bertemu orang yang tergesa-gesa meninggalkanmu,
Berterima-kasihlah bahwa ia pernah ada dalam hidupmu.
Karena ia adalah bagian dari nostalgiamu
Saat bertemu orang yang pernah salah-paham padamu,
Gunakan saat tersebut untuk menjelaskannya.
Karena engkau mungkin hanya punya satu kesempatan itu saja untuk
menjelaskan.
Saat bertemu orang yang saat ini menemanimu seumur hidup,
Berterima kasihlah sepenuhnya bahwa ia mencintaimu.
Karena saat ini kalian mendapatkan kebahagiaan dan cinta sejati
GBU all…
“GOD hears more than U Say, GOD answer more than U ask, & GOD gives more
than U desired… So don’t worry be Happy.. “
Posted under Uncategorized